Apakah Customer Royalty Program Adalah Keharusan Bagi Perusahaan?

In: Business and Management

Submitted By yoditon
Words 750
Pages 3
Apakah Customer Royalty Program Adalah Keharusan Bagi Perusahaan?

Sudah sejak lama, bahkan lahir hampir bersamaan dengan kelahiran bisnis modern, tata dan cara membangun hubungan yang baik dengan konsumen melalui jalan membentuk customer royalty program sudah dijalankan oleh perusahaan-perusahaan di seluruh dunia. Baik secara langsung, maupun tidak langsung, ataupun bisa juga dikatakan; disengaja maupun tidak disengaja. Peran customer royalty program memang banyak dikatakan berperan penting sebagai salah satu cara membangun hubungan yang baik dan dinamis saling menguntungkan antara perusahaan dan konsumennya. customer royalty program telah berkembang begitu pesat jenis dan variannya. Hal ini tidak dapat dipungkiri terpicu oleh kehadiran era globalisasi dan perkembangan IT. Di masa ini, bentuk-bentuk customer royalty program sangatlah beragam, mulai dari jenis dan bentuk customer royalty program yang tradisional hingga modern. Customer royalty program tradisional contohnya adalah pemberian kupon belanja, diskon khusus produk tertentu atau hari tertentu, kartu member dengan tawaran eksklusif, pemberian hadiah atau diskon pada hari ulang tahun dan lain-lain. Sedangkan jenis-jenis Customer royalty program modern saat ini juga semakin luas dan unik seperti: referral system dengan basis IT seperti perusahaan GO-JEK, diskon yang didapat dari berlangganan newsletter website sang perusahaan, hingga bonus yang didapat dari memberikan review positif tentang sebuah produk di media sosial dan lain-lain.
Dengan erat dan panjangnya sejarah hubungan perusahaan dengan konsumennya melalui jalan customer royalty program, pertanyaan paling mendasar dan mungkin sering juga ditanyakan adalah; Apakah customer royalty program adalah sesuatu yang harus dimiliki setiap perusahaan? Pertanyaan yang mungkin sederhana namun tidaklah begitu mudah untuk dijawab. Salah satu cara untuk menelusuri…...

Similar Documents

Csr Dan Hubungannya Dengan Kinerja Perusahaan

...menjadikan perusahaan tidak lagi dihadapkan pada tanggung jawab yang berpijak pada single bottom line, yaitu nilai perusahaan yang direfleksikan dalam kondisi keuangannya saja. Kesadaran atas pentingnya CSR dilandasi pemikiran bahwa perusahaan tidak hanya mempunyai kewajiban ekonomi dan legal kepada pemegang saham (shareholder), tapi juga kewajiban terhadap pihak-pihak lain yang berkepentingan (stakeholder). CSR menunjukkan bahwa tanggung jawab perusahaan harus berpijak pada triple bottom lines yaitu tanggung jawab perusahaan pada aspek sosial, lingkungan, dan keuangan. Menurut The World Business Council for Sustainable Development, CSR merupakan komitmen dan kerjasama antara karyawan, komunitas setempat, dan masyarakat agar memberikan kontribusi bagi pembangunan ekonomi berkelanjutan. Dari aspek ekonomi, perusahaan mengungkapkan suatu apabila informasi tersebut dapat meningkatkan nilai perusahaan. Dari aspek investasi, investor cenderung menanamkan modal pada perusahaan yang memiliki kepedulian pada masalah sosial. Perusahaan akan menggunakan informasi tanggung jawab sosial sebagai keunggulan kompetitif perusahaan. Dalam aspek hukum, perusahaan harus taat pada peraturan pemerintah seperti Undang-Undang Penanaman Modal No. 25 Tahun 2007 dan Undang- Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang mengharuskan perseroan melaksanakan aktivitas CSR (Zarkasyi, 2008). Dengan demikian, CSR merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan oleh setiap......

Words: 3307 - Pages: 14

Walmart Customer Loyalty Program

...    Walmart Customer Loyalty Program Save Money, Live Better, Reward Yourself! Travis Godderidge Rick Hayes Darrell Johnson Chad Mikels HBM 581 Services Management Section 2 Team 5 February 24, 2013 [Type  text]         Table of Contents Executive Summary Background Research Companies researched, program names and descriptions Description of the Proposed Program Company overview Target customers Suggested Program Names Features and Benefits Terms and Conditions Duration of the Program Initiating and Marketing Tracking Device for Customers Estimates costs to implement and sustain the loyalty program Summary and Recommendations References 1     2 3 8 9 9 9 10 11 12 13 14 15 16     Executive Summary In the fierce world of global discount retail competition, differentiation is critical to long term success and survival. Walmart was founded on the differentiating factor of the lowest prices for the highest quality products. While this has served Walmart well and will continue to do so with global sourcing and supply chain management to secure the best products at the best prices, an expansion of the services provided to the customer and the ability to obtain demographic spending information and trends will prove invaluable to Walmart’s continued success and rapid global expansion. Additionally, programs that help retain customers once the customer has entered the store will increase market share more......

Words: 4862 - Pages: 20

Program Pemeriksaan Persediaan

...PROGRAM PEMERIKSAAN ATAS PERSEDIAAN TUGAS MATA KULIAH AUDITING II [pic] DISUSUN OLEH IVAN JUNIANSYAH 125020304111023 JURUSAN AKUNTANASI FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG PROGRAM PEMERIKSAAN PENGENDALIAN ATAS PERSEDIAAN |No. |Tujuan Audit |Risiko yang dihadapi |Pengujian Pengendalian |Indeks KKP |Paraf | |1 |2 |3 |4 |5 |6 | |1 |Apakah Desain Sistem |Perangkapan fungsi yang mengganggu |Gambarkan sistem pengelolaan, pencatatan dan |A.3.1 | | | |Pengendalian Internal telah |pengendalian |pelaporan persediaan (upayakan dalam bentuk | | | | |memadai untuk mendeteksi |Pemisahan fungsi secara desain tetapi |flowchart), | | | | |adanya salah saji yang |implementasi tidak terjadi |Apakah terdapat pemisahan fungsi antara | | | | |material |Tidak dilakukan pemeriksaan fisik |pengadaan, penyimpanan, pengeluaran, dan | | | | | |barang atau stock opname |pencatatannya baik desain maupun | | | | | ...

Words: 2529 - Pages: 11

Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas Dan Economic Value Added Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Jasa Di Bursa Efek Indonesia (Bei)

...RENCANA JUDUL : Analisis Pengaruh Rasio Profitabilitas dan Economic Value Added terhadap Harga Saham pada Perusahaan Jasa di Bursa Efek Indonesia (BEI) A. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis dan pertumbuhan ekonomi saat ini pada negara-negara berkembang seperti Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Para pelaku bisnis, mereka menyadari adanya pergeseran pasar dan perilaku pembelian konsumen beberapa tahun terakhir, sehingga mereka dengan tanggap mengadakan perubahan-perubahan mendasar pada setiap aspek perusahaannya agar dapat terus melayani serta mengembangkan segmen pasar mereka. Pasar dan perilaku pembelian konsumen bergeser pada jumlah permintaan akan produk jasa yang terus meningkat dengan berbagai macam ragam jasa yang ditawarkan, serta permintaan terhadap produk barang yang cenderung menurun apabila tidak disertai oleh produk jasa. Adapun pertumbuhan dalam sektor jasa yang sangat berkembang ini juga tidak lepas dipengaruhi oleh beberapa faktor (Schoell dan Gultinan, 1992) yaitu antara lain: Perkembangan teknologi yang sangat pesat termasuk teknologi informasi, adanya peningkatan pengaruh sektor jasa, persentase wanita yang masuk dalam angkatan kerja semakin besar, tingkat harapan hidup semakin meningkat, produk-produk yang dibutuhkan dan dihasilkan semakin kompleks, adanya peningkatan kompleksitas kehidupan dan meningkatnya perhatian terhadap ekologi dan kelangkaan sumber daya. Serta jasa-jasa seperti logistik...

Words: 6016 - Pages: 25

Penggabungan Usaha, Laporan Keuangan Konsolidasi, Investasi Perusahaan Asosiasi, Special Purpose Entilities (Spe)

...PENGGABUNGAN USAHA Penggabungan Usaha adalah penyatuan entitas-entitas usaha. Penggabungan entitas usaha yang terpisah adalah suatu alternatif perluasan secara internal melalui akuisisi atau pengembangan kekayaan perusahaan secara bertahap, dan seringkali memberikan manfaat bagi semua entitas yang bersatu dan pemiliknya. Dunia usaha semakin lama semakin berkembang dan persaingan dalam jenis produk, mutu produk, maupun pemasarannya semakin ramai dan ketat sehingga seringkali timbul persaingan yang tidak sehat dan saling mengalahkan. Untuk mengatasi adanya saling merugikan antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, perlu kiranya diadakan suatu bentuk kerja sama yang saling menguntungkan. Salah satu bentuk kerjasama yang dapat ditempuh adalah dengan melalui penggabungan usaha antara dua atau lebih perusahaan dengan perusahaan yang lain baik yang sejenis maupun yang tidak sejenis. Berdasarkan pernyataan standar akuntansi keuangan (PSAK) No. 22 paragraf 08 tahun 1999 :”Penggabungan usaha (business combination) adalah pernyataan dua atau lebih perusahaan yang terpisah menjadi satu entitas ekonomi karena satu perusahaan menyatu dengan (uniting wiith) perusahaan lain atau memperoleh kendali (control) atas aktiva dan operasi perusahaan lain” Sifat Penggabungan Usaha • Horizontal integration Adalah penggabungan perusahaan-perusahaan dalam lini usaha atau pasar yang sama, misalnya perusahaan consumer product bergabung dengan perusahaan consumer product......

Words: 3864 - Pages: 16

Analisis Laba Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi

...ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 Nama: Willy Bundianto NIM: 201160047 A. JUDUL PENELITIAN ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 B. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Juga bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Earnings management oleh perusahaan adalah proksi akrual diskresioner (DA). Kemudian untuk pengukuran kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan meliputi total asset turnover, net profit margin, dan return on asset. Analisis dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test dan uji sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada indikasi manajemen laba yang dilakukan dengan mengambil alih perusahaan sebelum merger dan akuisisi dengan memanfaatkan peningkatan pendapatan akrual. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio total asset turnover memiliki peningkatan setelah merger dan akuisisi, sedangkan net profit margin dan return on assets memiliki penurunan setelah merger dan akuisisi. C. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang begitu pesat semakin......

Words: 2513 - Pages: 11

Pengaruh Motivasi X Dan Y Terhadap Kinerja Dan Kepuasan Kerja Karyawan Pada Pt Danone Dairy Indonesia (Ddi) Dan Perusahaan Lain

...INDONESIA (DDI) DAN PERUSAHAAN LAIN Oleh ARDINA PUSPITASARI P056132121.51 MAGISTER MANAJEMEN DAN BISNIS INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2014 I. PENDAHULUAN 2.1 Latar Belakang Karyawan adalah salah satu aset perusahaan yang sangat penting. Karyawan memiliki peranan sebagai perencana, pelaksana, dan pengendali dalam mencapai tujuan perusahaan. Karyawan dalam menjalankan tugasnya lebih dikenal dengan istilah kinerja karyawan yang dapat dijadikan tolak ukur keberhasilan mencapai tujuan perusahaan. Kinerja karyawan dipengaruhi oleh banyak faktor yaitu motivasi, prestasi, kepuasan, dan kecintaan terhadap pekerjaan tersebut. Motivasi menjadi faktor yang paling berpengaruh dalam kinerja karyawan. Motivasi memainkan peranan penting dalam pencapaian tujuan perusahaan. Apabila karyawan termotivasi kuat dalam bekerja maka akan berdampak baik bagi perusahaan sehingga dapat mencapai tujuannya, sedangkan jika karyawan kurang termotivasi maka akan menurunkan kinerja dan berdampak buruk bagi perusahaan karena tidak tercapainya tujuan. Hal ini harus diperhatikan oleh seorang pemimpin dalam memimpin karyawannya sehingga tercapainya tujuan perusahaan. Motivasi adalah alat pembangkit, penguat, dan penggerak seorang karyawan untuk mencapai tujuan akhir yang lebih baik (Nasution 2000 dalam Fitri 2012). Motivasi adalah dorongan untuk berbuat sesuatu dalam memenuhi kebutuhan. Pencapaian kebutuhan tersebut tergantung dari kekuatan motifnya. Dalam perusahaan, karyawan tidak......

Words: 3234 - Pages: 13

Pattern Recogmition Program

...PERANCANGAN PROGRAM PATTERN RECOGNITION DENGAN METODE VEKTOR EIGEN LAPORAN KERJA PRAKTEK di DEPARTEMEN REKAYASA INDUSTRI DAN PERANGKAT LUNAK PT DIRGANTARA INDONESIA Oleh AHMAD ABDULLAH NIM : 13208106 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2013 1 PERANCANGAN PROGRAM PATTERN RECOGNITION DENGAN METODE VEKTOR EIGEN Oleh : Ahmad Abdullah Laporan kerja praktek ini telah diterima dan disahkan sebagai persyaratan untuk memperoleh nilai MATA KULIAH EL4091 di PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO SEKOLAH TEKNIK ELEKTRO DAN INFORMATIKA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG Bandung, Desember 2013 Disetujui oleh : Penanggung Jawab Mata Kuliah EL4091, Penanggung Jawab di Lokasi Kerja Praktek, Dr. Ir. Aciek Ida Wuryandari ii Ida Bagus Budiyanto, S.Kom, M.T. ABSTRAK PERANCANGAN PROGRAM PATTERN RECOGNITION DENGAN METODE VEKTOR EIGEN Oleh AHMAD ABDULLAH NIM : 13208106 PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO Program pengenalan dan identifikasi pola objek sudah menjadi teknologi penting dalam kehidupan sehari-hari yang dipakai di berbagai macam organisasi seperti pemerintah, industri, bisnis, institusi pendidikan dan lain sebagainya. Teknologi ini memiliki peran penting dalam sistem keamanan data dan proses produksi. Secara umum teknologi pengenalan objek belum berkembang secara pesat di Indonesia sedangkan variasi penggunaannya semakin meningkat dan dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Pada studi kasus ini wajah......

Words: 6391 - Pages: 26

Upstream, Midstream, Dan Downstream Untuk Perusahaan Jasa, Manufaktur, Dan Dagang

...TUGAS AKUNTANSI MANAJERIAL UPSTREAM, MIDSTREAM, dan DOWNSTREAM untuk PERUSAHAAN JASA, MANUFAKTUR, dan DAGANG 1. Pengertian UPSTREAM dan DOWNSTREAM (a) Upstream (Hulu) Tahap Upstream atau hulu dari sebuah proses produksi melibatkan pencarian dan penggalian bahan baku. Bagian hulu dari proses produksi tidak melakukan sesuatu dengan materi itu sendiri, seperti pengolahan bahan. Bagian dari proses ini hanya menemukan dan mengekstrak bahan baku untuk produksi. Dengan demikian, setiap industri yang bergantung pada ekstraksi bahan baku umumnya memiliki tahap hulu dalam proses produksinya. Dalam arti yang lebih umum, "hulu" bisa juga merujuk kepada setiap bagian dari proses produksi yang berkaitan dengan tahap ekstraksi atau pencarian bahan baku. Di dalam supply chain operations, aktivitas upstream (hulu) meliputi aktivitas dari suatu perusahaan manufaktur dengan para penyalurannya (yang mana dapat manufaktur,assembler, atau kedua-duanya) dan koneksi mereka kepada pada penyalur (para penyalur second-tier). Hubungan para penyalur dapat diperluas kepada beberapa strata, semua jalan dari asal material (contohnya bijih tambang, pertumbuhan tanaman). Di dalam upstream supply chain, aktivitas yang utama adalah pengadaan. (b) Downstream (Hilir) Tahap Downstream atau hilir dalam proses produksi melibatkan pengolahan bahan yang dikumpulkan selama tahap hulu menjadi produk jadi. Tahap selanjutnya, meliputi penjualan aktual produk yang ke bisnis lain, pemerintah, atau......

Words: 1920 - Pages: 8

Penerapan “Hr from the Outside in” Bagi Kemajuan Organisasi Olahraga Pbsi

...PENERAPAN “HR FROM THE OUTSIDE IN” BAGI KEMAJUAN ORGANISASI OLAHRAGA PBSI Dunia olahraga Indonesia tengah menjadi sorotan, tanpa terkecuali cabang bulu tangkis dan organisasi kepengurusannya, Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Sayangnya, bukan prestasi membanggakan yang membuatnya menjadi sorotan melainkan merosotnya prestasi para atlet dan buruknya kinerja manajemen PBSI. Siapa sajakah yang berperan penting dalam mengelola sebuah organisasi keolahragaan? Kita mengenal beberapa komponen, diantaranya: manajer, pelatih dan program pelatihan, atlet/ pemain, sarana dan prasarana, pendanaan dan masyarakat. Sampai saat ini, banyak keluhan yang disebabkan oleh banyaknya pihak yang kurang kompeten masuk dalam jajaran manajemen PBSI, tumpang tindihnya wewenang, kurang maksimalnya program pelatihan, kurangnya kesejahteraan atlet, lemahnya kedisiplinan, dan sebagainya. Hal-hal tersebut adalah sebagian dari sekian banyak masalah yang kini dihadapi dunia bulu tangkis Indonesia dan PBSI. Menggerakkan organisasi keolahragaan, tidak kalah seriusnya dengan menjalankan organisasi bisnis maupun pemerintahan. Di dalamnya diperlukan kompetensi dan pengetahuan tentang bagaimana mengelola sumber daya terutama sumber daya manusia. Salah satu kelemahan manajemen organisasi keolahragaan Indonesia terletak pada kurang berkembangnya pengelolaan sumber daya tersebut sehingga organisasi menjadi kurang kompetitif. Strategi tidak hanya perlu diterapkan pada pertandingan......

Words: 443 - Pages: 2

Analisis Faktor Terkait Daya Tarik Program Studi Manajemen Sebagai Pilihan Dalam Mendaftar Pada Perguruan Tinggi Swasta

...TARIK PROGRAM STUDI MANAJEMEN SEBAGAI PILIHAN DALAM MENDAFTAR PADA PERGURUAN TINGGI SWASTA Nurul Mardhiah Sitio1 Kristina Sisilia2 1 Prodi S1 Administrasi Bisnis, Fakultas Komunikasi Bisnis, Universitas Telkom 1 nurulmardhiahsitio@telkomuniversity.ac.id 2 kristinasisilia@telkomuniversity.ac.id Abstrak Pemilihan dan pengambilan keputusan mahasiswa untuk mendaftar dikampus/universitas telah menjadi riset yang menarik dan sedang berkembang saat ini. Edukasi yang sekarang adalah sudah menjadi industri dengan kompetisi yang intensif sehingga menggunakan pemasaran jasa oleh universitas. Strategi pemasaran yang sukses akan mendapatkan jumlah mahasiswa yang lebih banyak dan lebih baik dibanding institusi/universitas lainnya. Penelitian ini ditujukan untuk memahami bagaimana (calon) mahasiswa membuat kriteria atau faktor dalam memilih dan memahami proses pengambilan keputusan dari keseluruhan alternatif kampus/universitas yang tersedia dan dapat dipilih, dimana Universitas Telkom menjadi salah satu pilihan dan khususnya Program Studi S1 Manajemen Bisnis Telekomunikasi dan Informatika sebagai tujuan akhir berkuliah. Penelitian ini merupakan suatu penelitian deskriptif dan berdasarkan dimensi waktunya, penelitian ini termasuk ke dalam penelitian cross sectional. Penelitian ini menggunakan Confirmatory Factor Analysis (CFA) dalam teknik analisis faktor. Berdasarkan hasil analisis faktor pengambilan keputusan mendaftar di perguruan tinggi swasta pada mahasiswa strata satu program......

Words: 3116 - Pages: 13

Analisa Efektivitas Atas Pemanfaatan Software Proses Bisnis “Aris 9.8” Dengan Pendekatan Lean Six Sigma Di Bpjs Ketenagakerjaan Untuk Peningkatan Kinerja Perusahaan

...ANALISA EFEKTIVITAS ATAS PEMANFAATAN SOFTWARE PROSES BISNIS “ARIS 9.8” DENGAN PENDEKATAN LEAN SIX SIGMA DI BPJS KETENAGAKERJAAN UNTUK PENINGKATAN KINERJA PERUSAHAAN Oleh : Yulia Nevi Artati Program : Eksekutif B – Kelas 28 C Magister Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gajah Mada 2015 DAFTAR ISI Daftar Isi ……………………………………………………………………... i Daftar Gambar ……………………………………………………………….. iii Daftar Tabel ………………………………………………………………….. iv Daftar Lampiran ……………………………………………………………… v BAB I PENDAHULUAN …………………………………………………… 1 1.1 Latar Belakang ………………………………………………… 1 1.2 Rumusan Masalah ……………………………………………... 6 1.3 Tujuan Penelitian ……………………………………………… 6 1.4 Manfaat Penelitian …………………………………………….. 7 BAB II KAJIAN LITERATUR …………………………………………… 8 2.1 Kerangka Teoritis ……………………………………………… 8 2.1.1 Sistem Informasi ………………………………………………. 8 2.1.2 Software ……………………………………………………….. 9 2.1.3 Pemanfaatan Teknologi Informasi …………………………….. 9 2.1.4 Proses Bisnis …………………………………………………... 9 2.1.5 Enterprise Resource Planning (ERP) System …………………. 10 2.1.6 Lean Six Sigma ………………………………………………... 10 2.1.7 Kinerja Perusahaan ……………………………………………. 11 i 2.1.8 Skala Likert 11 2.1.9 Metode Penelitian : Analisa Kuantitatif 12 2.2 Kerangka Pemikiran …………………………………………… 14 2.3 Kerangka Konsep ……………………………………………… 16 2.4 Hipotesis ……………………………………………………… 17 BAB III METODOLOGI PENELITIAN …………………………………. 19 3.1 Rancangan Penelitian......

Words: 7402 - Pages: 30

Manfaat Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Umum Pegadaian

...PRINSIP-PRINSIP GOOD CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN Yulinar Triyana ( niar_triyana@yahoo.com ) Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat atau hasil dari penerapan prinsipprinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. penilaian GCG dinilai dari hasil penyebaran kuesioner yang didapat dan dengan menggunakan rasio ROE, ROA, Curren Ratio dan Solvabilitas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Setelah dilakukan penelitian terhadap Perum Pegadaian dan didukung dengan teori-teori serta pembahasan pada bab-bab yang ada, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Penerapan prinsip-prinsip GCG pada Perum Pegadaian sangat bermanfaat terhadap kinerja keuangan perusahaan hal ini dapat dilihat dengan dijalankannya prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan keadilan sehingga membantu dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan keuangan maupun non keuangan yang akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan serta meningkatkan kepercayaan para nasabah dan pemilik modal (dalam hal ini pemerintah) yang secara otomatis juga akan berdampak pada nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kinerja keuangan......

Words: 5572 - Pages: 23

Pengaruh Job Satisfaction Terhadap Financial Performance Melalui Employee Engagement Dan Competitive Advantage Sebagai Intervening Variable Pada Perusahaan Retail Publik

...menuntut perusahaan untuk berkompetisi secara kompetitif untuk menjadi yang terbaik dalam lingkungan bisnis tersebut. Dalam hal ini tentu saja organisasi membutuhkan tingkat kinerja yang tinggi dan konsisten dari masing-masing karyawan dalam rangka untuk meningkatkan kinerja perusahaan dan bertahan dalam lingkungan persaingan pasar yang tinggi (Newstrom and Davis, 2002). Berbagai strategi harus dilakukan oleh perusahaan untuk memberikan kinerja lebih baik daripada pesaing agar bertahan dalam dalam lingkungan bisnis. Di Indonesia sendiri, persaingan bisnis semakin ketat dan kompetitif khususnya di sector retail. Dimana menurut Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (Aprindo) dalam lima tahun terakhir dari tahun 2012 peningkatan omset ritel modern cukup pesat, hal ini juga didukung oleh pertumbuhan jumlah ritel yang pesat yaitu sebesar 7.787 retail selama 5 tahun terakhir ini, pertumbuhan bisnis ritel di Indonesia antara 10-15% per tahun. Penjualan ritel pada 2006 masih sebesar Rp 49 triliun, namun melesat hingga mencapai Rp 110 triliun pada 2012 meningkat sebesar 10%- 15%, menyusul kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat yang relatif bagus. Bisnis ritel di tahun 2013 masih mencatat tren yang positif, namun masih kurang maksimal jika dibandingkan dengan tahun 2012 (Liputan6.com). Dari data tersebut dapat dilihat bahwa persaingan bisnis terus mengalami kemajuan. Perkembangan dan juga keuntungan yang diperoleh tentu saja tidak dapat lepas dari kinerja keuangan......

Words: 17786 - Pages: 72

Journal

...Customer Centricism Perusahaan menjadi besar karena mendapatkan bisnis dari pelanggannya. Didalam persaingan usaha, banyak perusahaan dengan segenap usaha berusaha menjual produk yang dihasilkan kepada calon pelanggan. Di saat persaingan semakin tajam, jumlah perusahaan semakin banyak, jumlah pelanggan tidak bertambah secepat pertumbuhan perusahaan, maka perebutan ‘kue’ menjadi ajang adu strategi bagi perusahaan. Persaingan yang sifatnya lokal, menjadi regional, menjadi nasional, dan saat ini telah menjadi ajang global. Di dunia perbankan, bank-bank di Indonesia, khususnya bank swasta di jajaran 10 besar telah dimiliki sahamnya oleh bank-bank global atau konsorsium dimana terdapat bank global menjadi bagiannya. Memenangkan persaingan membutuhkan ketajaman visi, dituangkan dalam strategi yang tepat, misi yang jelas, dan terutama eksekusi yang tepat dan cepat. Seperti dalam pertandingan sepak bola, strategi ditentukan pelatih, dan diterjemahkan oleh pemain di lapangan. Bagaikan otak dan otot, otak mengatur, otot yang menerjemahkan sinyal dari otak menjadi gerakan. Saluran bagi keduanya adalah komunikasi dari pelatih ke pemain, utamanya ke kapten tim, dan saraf yang menghubungkan otak ke otot sehingga sinyal otak tersampaikan sampai ke otot. Apakah otomatis hal itu akan menyebabkan suatu tim menang atau otot bergerak menurut kendali otak? Tentunya jawabannya adalah belum tentu. Kenapa? Dalam pertandingan sepak bola misalnya, pelatih yang lebih tepat dalam menyesuaikan......

Words: 2192 - Pages: 9